SABDA, Sabtu, 12-11-16: St. Yosaphat, Uskup dan Martir

BACAAN
3 Yoh 1: 5-8 – “Kita wajib menerima para pelayan jemaat, agar kita boleh mengambil bagian dlm karya mrk utk kebenaran”
Luk 18: 1-8 – “Bukankah Allah akan membenarkan para pilihanNya yg berseru kpdNya?”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini menghadirkan ttg doa. Lukas dua kali menyampaikan tema doa: Pertama, Yesus mengajarkan doa Bapa Kami (Luk 11:1-13), dan kedua ttg berdoa tiada henti (18:1-8).
  2. Yesus membuka perumpamaan dgn kata2: “Mrk hrs selalu berdoa dgn tdk jemu2.” Perjanjian Baru memunculkan berkali-kali ttg berdoa dgn sungguh2 dan rendah hati: “Tetaplah berdoa” (1Tes 5:17), “Bersukacitalah dlm pengharapan, sabarlah dlm kesesakan, dan bertekunlah dlm doa” (Rom 12:12), “Berdoalah setiap wkt di dlm Roh dan berjaga-jagalah di dlm doamu itu dgn permohonan yg tak putus-putusnya … “ (Eph 6:18).
  3. Agar supaya si janda itu tdk merecoki sang hakim, maka hakim itu mengabulkan permintaan janda itu. Akhirnya si janda itu mendapat haknya, yaitu keadilan. Bila hakim yg tdk adil saja memberikan keadilan kpd si janda yg menuntut haknya, betapa lebih lagi Allah memberikan keadilan kpd org2 pilihanNya.
  4. Perumpamaan ini mendorong kita utk selalu berdoa. Paus Fransiskus mengatakan: “Kekuatan kita ada pada doa terus menerus dan kerendahan hati. Doa dan kerendahan hati kita adlh kelemahan Tuhan. Ia tdk bisa menolak, maka mendengarkan dan mengabulkannya” (Nopember 2013).
  5. Dari perikope ini, realitas Allah adlh: 1)Mendengarkan doa2 kita, ketika kita berdoa. 2)Allah selalu bersama kita, ketika kita disakiti. 3)Selalu bersama kita, ketika kita pergi ke mana saja

REFLEKSI

  1. Yakinkan Anda akan kemurahan hati Allah
  2. Kalau Anda sedang mengalami kejenuhan dlm doa dan ke grj, apa yg Anda perbuat dan usahakan?
  3. Doa hrs mengubah hati Anda utk makin rendah hati, lebih bersemangat, dan mengandalkan Tuhan. Sadarkah Anda akan hal tsb?

(MS)