SABDA, Selasa, 8-11-16: MENJADI HAMBA YG SETIA DAN RENDAH HATI

BACAAN
-Tit 2: 1-8.11-14 – “Allah mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan2 duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia skr ini”
-Luk 17: 7-10 – “Kami adlh hamba2 yg tdk berguna; kami hanya melakukan apa yg kami hrs lakukan”

RENUNGAN

  1. Injil hari ini mengajarkan kpd kita ttg arti menjadi hamba Tuhan. Stlh Yesus menyampaikan perumpamaan, kemudian Ia menyimpulkan: “Apabila kamu tlh melakukan segala sesuatu yg ditugaskan kpdmu, hendaklah kamu berkata: Kami adlh hamba2 yg tdk berguna; kami hanya melakukan apa yg kami hrs lakukan.”
  2. Ttg hamba, Yesus mengatakan: “Anak Manusia datang tdk utk dilayani, melainkan utk melayani” (Mark 10:45). Hamba menggambarkan kaum miskin pada jaman Yesus, yg disebut Anawim, sedang menanti Mesias. Mesias yg bukan sbg raja agung, imam besar atau hakim, melainkan sbg Hamba Yahwe spt dinyatakan oleh nabi Yesaya (Yes 42:1-9). Salah satu contoh sbg hamba Tuhan adlh Maria (Luk 1:38). Saat dibaptis dan menampakkan kemuliaanNya, Yesus diteguhkan oleh Bapa sbg Hamba yg berkenan (Luk 3:22).
  3. Yesus minta kpd para muridNya: “Barangsiapa ingin menjadi yg terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba utk semuanya” (Mrk 10:44), bahkan hamba2 yg tdk berguna. Fokus seorang hamba hanyalah bgm menyenangkan hati tuannya. Ia tdk memikirkan upah, kepentingan dan kenyamanannya sendiri. Semuanya bagi Allah. Inilah arti sesungguhnya seorang Kristen.
  4. .Injil hari ini fokus pada: hamba melayani tuan. Hal ini terjadi ketika kita masih ada di dunia ini. Utk masa depan, Yesus berkata sebaliknya: “Sesungguhnya ia (:tuan) akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mrk duduk makan, dan ia akan datang melayani mrk” (Luk 12:37). Seseorang yg melayani Tuhan dlm kehidupan skr ini akan dilayani oleh Tuhan dlm kehidupan yg akan datang.
  5. Utk itu kita hrs memiliki kepatuhan yg tinggi sbg hamba dan umat Tuhan. Selain itu dituntut mempunyai sikap rendah hati.

REFLEKSI

  1. Istilah pelayanan sering dipersempit menjadi kunjungan org sakit dan mendoakan yg sakit. Apkh spt ini yg dimaksud Yesus ttg penghambaan dan pelayanan?
  2. Gereja kurang greget dan “rasa asinnya” mulai hilang. Hal ini krn porsi ibadat jauh lebih banyak drpd pelayanan konkret. Ibadat tdk berdampak pada pelayanan. Bgm menurut Anda?

(MS)